BALIKPAPAN 18/6 – Dalam rangka penjaminan mutu dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi, Politeknik Borneo Medistra telah melaksanakan tahap penting Asesmen Lapangan (AL) untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Kegiatan krusial ini berlangsung selama tiga hari, Rabu (18/6) yang berpusat di lingkungan kampus Politeknik Borneo Medistra.
Asesmen ini dilakukan oleh tim asesor yang ditugaskan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk melakukan verifikasi, validasi, dan evaluasi langsung terhadap data dan informasi yang telah diajukan oleh institusi.


Tim asesor yang bertugas terdiri dari para pakar di bidangnya, yaitu: Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom., Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T, M.PH., dan Adi Putro Hastariyadi, S.Pd, M.M
Direktur Politeknik Borneo Medistra, Yuli Trisna Yulianti, S.Si.T, Bdn., M.Keb, menyambut baik seluruh rangkaian proses asesmen. Ia menekankan bahwa proses ini merupakan bagian vital dari komitmen institusi untuk terus bertumbuh dan meningkatkan standar.
“Kami percaya melalui proses ini, kami akan memperoleh masukan yang berharga dalam upaya kami meningkatkan kualitas program studi dan institusi secara keseluruhan,” ungkap Yuli Trisna Yulianti.
Ia menambahkan, “Politeknik Borneo Medistra sejak awal berdiri berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan dan teknologi informasi kesehatan.”
Selama tiga hari, tim asesor melakukan serangkaian kegiatan evaluasi mendalam, termasuk peninjauan dokumen, wawancara dengan manajemen, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni. Observasi langsung terhadap fasilitas penunjang akademik seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan juga menjadi bagian dari agenda asesmen.

Dengan berakhirnya proses asesmen lapangan ini, seluruh civitas akademika Politeknik Borneo Medistra menantikan hasil terbaik yang akan dikeluarkan secara resmi oleh BAN-PT. Hasil akreditasi ini nantinya akan menjadi tolok ukur kualitas penyelenggaraan pendidikan di politeknik tersebut serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan dunia industri.
(AN/PBM)

